634 Petani Jawa Timur Berkunjung ke Indmira

July 4, 2019 - Article

Satu minggu terakhir di bulan Juni 2019, Indmira dikunjungi oleh ratusan tamu dari Jawa Timur. Tamu ini merupakan rombongan petani dari beberapa daerah yaitu Malang, Ponorogo, Madiun, Ngawi dan Kediri. Kegiatan kunjungan petani Jawa Timur ini dimulai dengan melihat lahan pasir pantai Indmira yang terletak di Pandansimo, Bantul, Yogyakarta. Kemudian siangnya dilanjutkan ke kantor pusat Indmira di Jalan Kaliurang Km 16.3 Sleman, Yogyakarta. Di kantor Indmira, rombongan petani diajak untuk keliling komplek kantor Indmira untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh Indmira. Selain itu, petani diajak untuk berbagi pengalaman dalam menanam komoditas terkait kendala yang dihadapi di lapangan. Perlu diketahui para petani ini menanam komoditas yang berbeda tergantung daerahnya

Kunjungan dimulai senin pagi (24 /06) hingga sabtu siang (29/06) dengan jumlah petani sebanyak 634 petani. Petani dari Batu Malang menjadi rombongan pertama yang berkunjung ke Indmira dengan jumlah rombongan 104 peserta dengan komoditas daun bawang, bawang dan sayur-sayuran holtikultura. Hari kedua rombongan petani Ponorogo, Ngawi, Madiun sebanyak 110 orang dengan komoditas melon dan padi. Hari ketiga petani Malang 160 orang menanam komoditas apel dan holtikultura . Hari ke empat petani Ponorogo sebantyak 143 orang yang menanam melon dan padi. Hari kelima ditutup dari petani Kediri sebanyak 117 petani dengan komoditas andalan tanaman tahunan seperti cengkeh, durian, alpukat, nanas.

Dalam sesi sharing di kantor Indmira, petani mengungkapkan bahwa kendala yang mereka hadapi sehari-hari sangat beragam. Mulai dari tanah pertanian yang mengeras yang disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Hama penyakit tumbuhan melon seperti kutu tepung, jamur dan layu. Pada tumbuhan holtikultura kendalanya seperti serangan hama, daun keriting, daun kuning.

Selain mengungkapkan kendala yang sering dihadapi, para petani juga memberi testimoni penggunaan pupuk Indmira. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, produk pupuk yang sering digunakan oleh petani-petani Jawa Timur ini adalah Stickpol, Kalsigrow, Tricogreen dan SNN. Namun ada pula yang menggunakan SAN, Hortind dan Fruttagro bagi petani-petani buah seperti apel dan melon.

Mas Ulil, petani dari Batu Malang berbagi cerita tentang kendala yang dihadapinya menanam bawang pre (daun bawang)

Petani mengungkapkan perubahan yang dirasakan saat menggunakan pupuk Indmira yaitu tanah lebih subur, daunnya lebih lebar dan hijau, buah lebih lebat, kerontokan bunga berkurang. Walaupun penggunaan pupuk baru beberapa bulan namun dapat dilihat perbedaannya dari fisik tanaman yang lebih kuat dan hijau serta tahan hama penyakit.

Dalam kunjungan di kantor Indmira, petani juga mendapat kesempatan untuk berkonsultasi dengan tim riset (RnD) mengenai komoditas yang sedang ditanam dan pupuk yang sesuai untuk digunakan. Dalam kesempatan ini, petani juga diajak melihat kebun hidroponik Indmira untuk menambah pengetahuan tentang cara menanam sistem hidroponik. Tidak lupa petani juga membeli komoditas hidroponik Indmira untuk dibawa pulang seperti pakcoy, selada, dan daun mint.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *