AGROCAMP dengan IAAS & Indmira

8 Juni 2017 - Berita

Jumat hingga Sabtu, 12-13 Mei 2017, PT. Indmira bersama dengan IAAS Chapter UGM mengadakan program kerjasama berbentuk tinggal di dan diskusi bersama petani denan nama ‘IAAS Agrocamp with Indmira’.

Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Banjarsari, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta ini dibuka untuk umum dengan biaya pendaftaran 100 ribu rupiah. Tujuan dari kegiatan ini untuk mendekatkan anak-anak muda dengan dunia pertanian.

Selama ‘IAAS Agrocamp with Indmira’ peserta masuk kedalam keseharian petani di Desa Banjarsari dengan tinggal di rumah-rumah petani dan terjun langsung ke lahan pertanian. Tak lupa peserta juga diajak menganalisa permasalahan pertanian serta menawarkan solusi untuk penyelesaiannya.

Hari pertama, peserta yang berjumlah 22 orang ini diperkenalkan terlebih dulu dengan Indmira. Mereka diajak keliling fasilitas Indmira, melihat instalasi hidroponik beragam sayuran dan proses pengemasan produk-produk pertanian.

IMG_0336

Selanjutnya peserta ke lokasi menginap, dukuh Banjarsari. Mereka disambut hangat oleh warga. Peserta secara berkelompok menginap di rumah warga. Satu kelompok terdiri dari 2-4 peserta. Suasana hangat dan kekeluargaan sangat terasa. Perbincangan penuh gelak tawa serta sajian tradisional disuguhkan warga untuk peserta yang menginap di rumahnya. Sekitar pukul 20.30 mereka kembali berkumpul dan mendiskusikan kondisi pertanian saat ini secara berkelompok, lalu mempresentasikan hasilnya.

Masuk ke hari kedua (13/05/2017), peserta memulai hari dengan kunjungan ke sawah. Peserta menyaksikan upacara wiwitan, upacara tradisional petani di Yogyakarta sebagai bentuk syukur atas panen padi kali ini. Selain wiwitan, mereka juga mencoba memanen padi dengan ani-ani, alat memanen padi masyarakat tradisional Jawa.

Perjalanan dilanjutkan ke tiga lokasi lainnya, yaitu kebun salak, kebun krisan, dan budidaya jamur tiram. Peserta kemudian harus menganalisa potensi dari setiap kebun, seperti apa metode pengembangannya, dan masalah apa saja yang dihadapi. Pada akhir kunjungan ketiga kebun ini, secara berkelompok mereka mempresentasikan hasil analisis mereka beserta solusi yang ditawarkan.

IMG_0642

Salah satu pesan yang dapat diambil datang dari kunjungan kebun krisan, dimana pertanian tidak semata-mata bergantung pada seberapa laku komoditas yang ditanam di masyarakat tapi bagaimana petani memilih komoditas apa yang tepat untuk ditanam.

Agrocamp diakhiri dengan kunjungan ke kebun padi organik di Pakem Binangun. Padi yang ditanam disini menghasilkan beras yang sudah tersertifikasi organik, adapun jenis beras yang dihasilkan adalah mentik wangi, beras merah sembada merah, dan beras hitam sembada hitam dimana semuanya adalah varietas lokal.

Lewat Agrocamp ini, Indmira serta IAAS berharap akan ada lebih banyak lagi anak-anak muda yang tertarik mendalami ilmu pertanian serta mengapresiasi kinerja petani lokal. Indonesia mandiri pangan pun bukan impian lagi.

IMG_0657

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *