BEKASI BERKEBUN BERKUNJUNG KE INDMIRA

7 Desember 2015 - Uncategorized

Prototipe Pengolah Limbah Kelapa Sawit yang Dikembangkan Indmira

Jumat, 3 april 2015, sebenarnya tanggal merah dan kantor libur. Tapi team Indmira dengan semangat menyambut kedatangan rombongan Bekasi Berkebun yang belajar bersama tentang pertanian di Indmira. Bekasi Berkebun merupakan salah satu komunitas berkebun yang ada di Indonesia. Di sela rutinitas pekerjaan, mereka tetap semangat memanfaatkan lahan sekitar untuk berkebun. Walaupun mereka tidak berlatar pekerjaan di bidang pertanian, berkebun tak menjadi suatu hal yang tabu.

Sekitar jam 09.00 wib rombongan Bekasi Berkebun yang berjumlah sekitar 8 orang sampai di kantor Indmira, Jl Kaliurang km 16,3. Mampir sebentar, rombongan yang disambut CEO Indmira Aryo Wiryawan langsung menuju ke kebun AmbojaFarm. Lahan riset sekaligus budidaya Indmira.

Sekitar 15 menit perjalanan dengan kendaraan, rombongan sampai di Fun Farm di lereng Merapi dan nampak Koko sudah menunggu di lahan garapannya yang mengolah lahan dengan sistem permaculture. Koko merupakan salah satu partner Indmira dalam H2B Pertanian. Koko memanfaatkan wilayah di Amboja Farm untuk mengembangkan model berkebun dalam pekarangan. Nampak tanaman terung, tomat, basil dan cabai berumur 1 bulan telah tumbuh. Ajir pun telah dipasang. Saat ini Koko masih mencoba beberapa kombinasi terbaik dalam tumpangsari di daerah itu. Menurutnya tumpangsari tanaman sangat cocok karena bisa mengurangi serangan hama. Selain itu, masing-masing tanaman kemungkinan membutuhkan nutrisi khusus yang berbeda sehingga tidak tumbuh berkompetisi.

Koko juga menjelaskan beberapa metode yang diterapkannya dalam petak lahan sekitar 1000m2 itu. “Saya menggunakan jerami sebagai mulsa alami, selain untuk mengurangi tumbuhnya gulma, mulsa juga berfungsi untuk mengurangi penguapan. Saat musim hujan, mulsa jerami bisa melindungi tanah dari erosi sehingga kehilangan unsur hara pun bisa dihindari. Penggunaan jerami murah, karena banyak tersedia dan bahkan biasanya dibakar begitu saja oleh petani”.

Irigasi merupakan hal yang sangat penting dalam pertanian. Koko menjelaskan hal pertama yang ia lakukan adalah membuat sistem pengairan. Kolam sebagai tempat penampungan air dibuat dibagian atas petak, sehingga dengan gaya graviatsi akan mudah mengalir untuk mengairi petak pertanian di bawahnya. Tak lupa Koko juga menjelaskan model aliran irigasi S yang bisa mengurangi laju air, sehingga erosi pada petak lahan bisa dikurangi. Bahan-bahan bekas seperti bambu bekas juga digunakan Koko untuk pelindung gundukan tanah tempat media tanam. Erosi pun bisa dikurangi. “Jadi pertanian bisa dibuat sederhana, apa saja bisa dimanfaatkan seperti bambu bekas ini untuk bedengan, dan bambu yang agak besar itu sebagai panyalur air ke petak lahan, bisa menggantikan pipa paralon”, tambah Koko.

Setelah sekitar 45 menit berbincang dengan Koko, rombongan dipandu Aryo Wiryawan diajak mengunjungi lahan Amboja Farm. Selain sebagai lahan riset, di tempat ini Indmira juga membudidayakan berbagai jenis hortikultura untuk mensuplai beberapa supermarket dan hotel di Yogyakarta. Tanaman padi merah, padi putih, dan padi hitam pun juga dibudidayakan di Amboja Farm. Tanaman yang dibudidayakan menggunakan pupuk hasil penelitian Indmira itu nampak subur. Tak lupa CEO Indmira tersebut menyampaikan pentingnya metode pertanian yang tetap memperhatikan lingkungan.

Perjalanan selanjutnya berkeliling di kantor Indmira yang dilengkapi dengan lahan penelitian hidroponik serta penelitian pirolisis. Hidroponik yang diterakan Indmira menggunakan pupuk hasil penelitian Indmira. Saat ini pupuk tersebut masih dalam tahap percobaan dan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Beberapa tanaman yang sempat diujicobakan dengan hidroponik model NFT (Nutrient Film Techniqu) seperti bayam merah, bayam hijau, caisim, pokcoy, selada hijau, selada merah dan kailan. Sedangkan tanaman terung, tomat dan cabai dibudidayakan dengan hidroponik Drips Irrigation. Menurut Budi, peneliti Indmira di bidang hidroponik, dalam hidroponik yang penting harus diperhatikan adalah nutrisi untuk tanaman. Model apapun bisa digunakan asal nutrisinya mencukupi.

Selanjutnya Aryo Wiryawan menunjukkan prototipe alat pirolisisAlat ini untuk mengolah limbah kelapa sawit dengan metode pirolisis, pembakaran menggunakan sedikit oksigen. Pengolahan limbah kelapa sawit ini menghasilkan pupuk dan asap cair. Pupuk kaya Kalium yang dihasilkan sangat baik untuk budidaya sawit, sedangkan asap cair bisa digunakan sebagai pengawet ataupun pestisida alami.

Setelah istirahat siang dan diskusi ringan di Raminten, rombongan melanjutkan perjalanan ke lahan riset bertani di lahan pasir Kuwaru. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam itu sempat membuat rombongan agak khawatir karena hujan yang cukup lebat. Beruntung hujan mulai reda begitu sampai di lahan riset Indmira di Pantai Kuwaru.

Setelah istirahat siang dan diskusi ringan di Raminten, rombongan melanjutkan perjalanan ke lahan riset bertani di lahan pasir Kuwaru. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam itu sempat membuat rombongan agak khawatir karena hujan yang cukup lebat. Beruntung hujan mulai reda begitu sampai di lahan riset Indmira di Pantai Kuwaru. Dipandu Rohadi rombongan melihat beberapa tanaman yang dibudidayakan di lahan pasir. Metode yang diterapkan Indmira tanpa penambahan topsoil seperti pupuk dan tanah ke lahan. Metode yang umum digunakan dalam memanfaatkan lahan marginal seperti lahan pasir dengan menambahkan topsoil hingga 20ton/ha lahan. Berbagai tanaman telah berhasil dibudidayakan dengan metode yang diterapakan Indmira. Mulai tanaman hortikultura, pangan, hingga palawija. Tak ketinggalan tanaman perkebunan seperti sawit dan kurma juga menunjukkan pertumbuhan yang baik di lahan pasir.

Obrolan ringan sebagai penutup kunjungan kami akhiri ketika waktu sudah menunjukkan jam 18.00. Rombongan Bekasi Berkebun melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. Tak terasa seharian kami belajar bersama dan berbagi cerita. Semoga kunjungan-kunjungan lainnya sebagai wadah saling berbagai dan berdiskusi bisa memberikan angin segar bagi perkembangan pertanian Indonesia. (Le)

Print Friendly

5 tanggapan “BEKASI BERKEBUN BERKUNJUNG KE INDMIRA”

  1. clip.nguoimiennui.com mengatakan:

    Quality articles is the crucial to be a focus for the visitors to
    pay a quick visit the website, that’s what this web page is providing.

  2. Whitney Varrone mengatakan:

    Good article. It’s very unfortunate that over the last decade, the travel industry has had to take on terrorism, SARS, tsunamis, bird flu virus, swine flu, along with the first ever entire global economic downturn. Through everthing the industry has really proven to be robust, resilient plus dynamic, locating new solutions to deal with hardship. There are usually fresh issues and chance to which the business must yet again adapt and reply.

  3. Appreciating the time and energy youu put iinto your blog and detailed
    infodmation you offer. It’s nice to come across a blog every once in a while that isn’t the sake unwanted rehashed material.
    Wonderful read! I’ve bookmarked your site and I’m adding your RSS feeds to
    myy Google account.

  4. entrepreneurship mengatakan:

    Hard work always pays off and I think you’re writing is an ideal example.

  5. find something extra mengatakan:

    Hello to all, how is the whole thing, I think every one is getting more from this website, and your views are pleasant in support of new
    people.