Pengembangan bioplastik sebagai Solusi Plastik Ramah Lingkungan

8 Desember 2014 - Uncategorized

Limbah plastik telah menjadi masalah pelik yang harus segera diatasi. Selama beberapa dekade, plastik menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah sampah. Penggunaan kantong plastik di Indonesia sendiri mencapai 100 miliar per tahun. Berdasarkan perhitungan ini, diperkirakan bahwa setiap orang di Indonesia menggunakan sekitar 700 kantong plastik per tahun, atau kira-kira dua kantong plastik dalam sehari. Mantan kantong sampah jika dibiarkan di tanah, akan menjadi polutan yang signifikan. Ketika dibakar, sampah secara signifikan akan meningkatkan kadar gas rumah kaca di atmosfer.

Untuk mengatasi masalah ini, PT Indmira sedang mencoba untuk menemukan solusi untuk menciptakan lebih banyak plastik ramah lingkungan. Bioplastik atau plastik organik yang biasa dikenal sebagai salah satu penemuan PT Indmira. Studi awal dalam pembuatan bioplastik dibuat pada tanggal 4 September 2012. “Kami melakukan penelitian ini dengan tujuan mencari solusi dari masalah lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik melalui memproduksi plastik ramah lingkungan yang mudah terdegradasi,” kata Budi Haryono, tim Riset & Pembangunan PT Indmira.

Bioplastik dikembangkan PT Indmira, terbuat dari bahan terbarukan dan dapat dengan mudah didegradasi oleh mikroorganisme dalam tanah, yang berasal dari selulosa tanaman. Bioplastik dapat terdegradasi olehPseudomonassp., dan Bacillus sp. dengan melanggar rantai polimer menjadi monomer. Hasil degradasi, selain karbon dioksida dan air yang dihasilkan, adalah senyawa organik lain yang menghasilkan asam organik dan aldehida yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Melalui penggunaan bahan organik untuk bioplastik, mikroorganisme dalam tanah dapat terurai dengan mudah dan relatif cepat. “Setelah menguji bioplastik dengan menanam di tanah, ternyata bahwa bioplastik dapat dibiodegradasi di sekitar 1-2 bulan,” Budi Haryono menyatakan.

Proses manufaktur bioplastik relatif mudah. Proses produksi dimulai dengan air untuk mengencerkan bahan selulosa dan menambahkan plasticizer untuk itu, maka kemudian adonan beeing dipanaskan sampai suhu mendidih. Setelah proses perebusan, dapat dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Kekuatan bioplastik dalam menampung beban tidak kalah dengan plastik konvensional. Kekuatan bioplastik bisa sama, tergantung pada ketebalan bioplastik. Itu berarti, bioplastik tebal lebih kuat untuk mengakomodasi beban. Namun, harga bioplastik relatif lebih mahal. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh tim Riset & Pembangunan PT Indmira, untuk bioplastik berukuran 15 cm x 25 cm biaya sekitar Rp 400 – Rp 500.

Harga yang lebih tinggi adalah apa-apa ketika dibandingkan dengan dampak sampah plastik akan lakukan untuk lingkungan. Bioplastik bisa dibuat sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik. Akan lebih baik jika kita mulai beralih menggunakan jenis plastik yang mudah terdegradasi sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan untuk menyelamatkan bumi kita. (Charisma)

Print Friendly

2 tanggapan “Pengembangan bioplastik sebagai Solusi Plastik Ramah Lingkungan”

  1. michael kors tote bag mengatakan:

    If you haven’t done this already, do it today.
    [url=http://www.designerhandbagsrescuea1.xyz]michael kors tote bag[/url]

  2. business credit cards mengatakan:

    Hardly any people can say they are impacting so many lives like you are.