Berkebun di Pantai Pasir; Siapa Takut!

September 2, 2015 - Artikel

Berkebun di pasir pantai mungkin tak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Budidaya pertanian pada awalnya selalu melihat kesesuaian lahan agar proses produksi dapat berjalan baik. Namun makin hari lahan yang sesuai potensinya makin berkurang. Terlebih dengan pesatnya pembangunan termasuk alih fungsi lahan pertanian. Hal ini menjadikan PT Indmira melirik lahan-lahan marginal untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Lahan marginal atau lahan kritis mempunyai karakteristik keterbatasan, baik keterbatasan satu unsur maupun lebih. Salah satu lahan marginal yang banyak terdapat di Indonesia adalah lahan pesisir pantai. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berjumlah sekitar 17.508 pulau, tentu memiliki bentangan pesisir pantai yang cukup panjang. Sayang selama ini kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Lahan pasir pantai bertekstur berbutir dengan kemampuan memegang dan menyimpan air yang rendah, sehingga begitu disiram air akan cepat hilang. Kadar garam tinggi, kesuburan yang sangat rendah, penguapan yang tinggi, serta angin pantai yang cukup kencang, menjadi beberapa tantangan yang harus dipecahkan oleh PT Indmira.

Dibalik kelemahan itu, lahan pasir pantai memiliki kelebihan untuk lahan pertanian yaitu luas, datar, jarang banjir, sinar matahari melimpah, dan kedalaman air tanahnya dangkal. Selain itu persiapan lahan pasir pantai cukup sederhana hanya dengan membuat bedengan tidak dibuat parit-parit yang dalam, sehingga akan efisiensi pada pengolahan tanah.

Peran teknologi sangat diperlukan dalam pemanfaatan lahan pasir pantai untuk pertanian. PT Indmira, sebagai perusahaan yang berbasis penelitian di bidang pertanian dan lingkungan memadukan teknologi budidaya dan produk organik yang dihasilkan dari penelitian PT Indmira untuk memanfaatkan lahan pasir pantai di kawasan Pandansimo, Yogyakarta.

Apa saja langkah yang telah ditempuh PT Indmira yang memulai upaya ini sejak 1999?

Langkah-langkah apa yang Indmira telah mengambil sejak tahun 1999?

  1. Perbaikan Sifat Fisik, Biologi dan Kimia Tanah

Indmira menggunakan 4 jenis pupuk organik produksi Indmira untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Aplikasi F4 200kg/ha, SNN 15-20 lt/ha, SAN Tanaman 20kg/ha, Pembenah Tanah 250 kg/ha, dilakukan dengan menggemburkan lahan terlebih dahulu, kemudian disiram hingga jenuh, diamkan selama 2 minggu sambil dijaga tetap lembab. Setelah 2 minggu lahan siap digunakan.

  1. Penggunaan Lapisan Kedap

Bertujuan untuk menghalagi infiltrasi air, sehingga air lebih lama tertahan dalam lahan pantai. Lapisan kedap dapat memanfaatkan lembaran plastik, semen, atau bahan kedap lainnya yang dibuat dengan menggali tanah kemudian lapisan dihamparkan, selanjutnya diatas lapisan kedap diberi pasir yang akan menjadi media tanam tanaman. Lapisan kedap hanya digunakan untuk penanaman tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi, sedangkan tanaman yang tidak membutuhkan genangan air, tidak perlu lapisan kedap.

  1. Penggunaan Pemecah Angin

Pemecah angin bertujuan untuk mengurangi kecepatan angin dalam pertanaman lahan pasir. Pemecah angin sementara dapat memanfaatkan anyaman daun tebu atau kelapaCoco nucifera), kasa nilon, jaring dan lembaran plastik, Casuarina equisetifolia, Dan screwpines (Pandanus amaryllifolius). Indmira menggunakan cemara udang sebagai salah satu wind barier.

  1. Hidrologi dan Irigasi

Keterbatasan air di lahan pasir disiasati Indmira dengan membuat sumur bor di dekat kawasan pertanian. Jarak air tanah di lahan pasir cukup rendah, sehingga memudahkan dalam membuat sumur.

Perlakuan yang diberikan Indmira di lahan pasir termasuk sangat sederhana dibandingkan teknologi umumnya, karena untuk pembenahan tanah, Indmira hanya menggunakan 4 jenis pupuk organik produksi Indmira dalam jumlah yang relatif sedikit dibandingkan teknologi umumnya yang menambahkan hingga 20 ton pupuk kandang/kompos ke tiap hektar lahan. Indmira juga tidak mengguanakan mulsa, pemberian tambahan tanah, dan bahan-bahan halus pada lahan pasir. Umumnya teknik budidaya di pasir atau lahan marginal lainnya berisi penambahan tanah setebal hingga 30 cm dan bahan halus (tanah lempung, abu vulkan, endapan saluran sungai, kolam waduk) untuk untuk meningkatkan jumlah koloid (hara) dalam tanah. Teknologi yang digunakan Indmira untuk perbaikan lahan pasir hingga siap ditanami hanya butuh waktu 2 minggu, waktu yang relatif cepat dengan biaya yang lebih murah.

Jadi, bekebun di pasir pantai, siapa takut? (Le)

 

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *