Sekilas tentang Hidroponik

November 20, 2015 - Artikel

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani, hidro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Hidroponik adalah sistem budidaya bertanam tanpa menggunakan media tanah.

Kelebihan hidroponik dibanding cara budidaya konvensional antara lain:

  1. Hasil panen yang sehat
  2. Dapat dilakukan di lahan yang sempit
  3. Tidak terpengaruh musim
  4. Budidaya tanaman yang bersih
  5. Pemeliharaan yang mudah
  6. Pertumbuhan tanaman lebih cepat
  7. Dapat dilakukan oleh semua orang

Hidroponik juga memiliki kekurangan seperti;

  1. Biaya investasi di awal tinggi (skala industri)
  2. Memerlukan beberapa alat untuk menunjang budidaya (tidak wajib)
  3. Perlu pemahaman khusus untuk pemberian nutrisi

Hidroponik bisa menjadi pilihan dalam budidaya tanaman karena hemat air (isu mengenai kelangkaan air membuat hidroponik menjadi salah satu alternatif budidaya disaat air mulai langka). Selain itu, kesibukan beraktifitas yang menyebabkan waktu untuk merawat tanaman kurang intensif. Alasan lainnya, kesadaran akan hidup sehat untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan jelas sumbernya dan tidak terpapar pestisida.

Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya hidroponik antara lain: cahaya matahari, nutrisi hidroponik (nutrisi hidroponik dalam bentuk ion yang mengandung unsur makro & mikro yang dibutuhkan tanaman, biasanya dikenal dengan A & B mix), udara, dan air.

Budidaya secara hidroponik bisa dilakukan secara sederhana, menggunakan sistem wick, dimana tanaman akan menggenang pada air nutrisi sampai dewasa. Bahan-bahan disekitar tempat tinggal sebagai bahan untuk bertanam (botol bekas sebagai pengganti netpot, kerikil sebagai pengganti media tanam, filter akuarium sebagai pengganti rockwool, dll).

Selamat mencoba!

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *