Jajar Legowo, Gaya Berbaris Padi yang Diam-diam Meningkatkan Produktivitas

8 Agustus 2017 - Artikel blog

Teknologi budidaya tanaman padi yang dianggap mampu meningkatkan produktivitas padi adalah sistem jajar legowo. Jajar legowo adalah upaya meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam yaitu memberikan ‘legowo’ atau baris kosong di antara beberapa baris tanaman padi. Sistem jajar legowo ini memanipulasi lokasi dari tanaman agar seolah-olah tanaman padi berada di pinggir. Selama ini padi yang beradi di pinggir akan menghasilkan produksi padi yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik karena tanaman padi yang berada di pinggir mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.

Ada beberapa variasi pada sistem jajar legowo padi, di antaranya:

  • Jajar legowo 2:1

Setiap dua baris padi diselingi satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, pada baris padi yang memanjang diperpendek menjadi setengah jarak tanam antar barisan

  • Jajar legowo 3:1

Setiap tiga baris padi diselingi satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, pada baris padi yang di pinggir jarak tanam diperpendek menjadi setengah jarak tanam antar barisan.

  • Jajar legowo 4:1

Setiap empat baris padi diselingi satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, pada baris padi yang di pinggir jarak tanam diperpendek menjadi setengah jarak tanam antar barisan.

Selain dapat meningkatkan jumlah produksi padi, sistem jajar legowo memiliki beberapa fungsi yang menarik jika diterapkan, di antaranya:

  1. Memudahkan pemupukan dan perawatan

Pemupukan pada tanaman padi yang ditanam dengan jarak tanam tegel berpotensi merusak tanaman karena terinjak, sedangkan pada sistem jajar legowo pemupukan bisa dilakukan dengan memanfaatkan legowo sebagai jalan. Legowo ini akan memudahkan pergerakan petani saat melakukan perawatan baik saat pemberian pupuk maupun saat penyiangan gulma. Selain itu dengan menggunakan sistem jajar legowo pupuk yang digunakan juga akan lebih hemat karena pupuk cukup diberikan pada bagian dalam baris tanaman.

  1. Mendapatkan sinar matahari yang optimal

Pada sistem jajar legowo, adanya legowo memberikan kesempatan yang sama pada setiap tanaman untuk memperoleh sinar matahari. Berbeda dengan sistem tegel yang barisan tanamannya rapat, ketika tanaman padi sudah mulai tinggi dan besar, tanaman yang berada ditengah kurang mendapatkan sinar matahari sehingga pertumbuhan kurang optimal.

  1. Mengurangi kompetisi nutrisi antar tanaman

Pada sistem jajar legowo pemupukan langsung di berikan pada baris dalam tanaman dan adanya legowo juga berpotensi untuk mengurangi kompetisi tanaman dalam memperoleh nutrisi. Jika tanaman memperoleh nutrisi yang cukup maka akan mencapai pertumbuhan optimal dan menghasilkan hasil panen yang baik.

  1. Menanggulangi padi roboh

Penggunaan sistem jajar legowo dapat memperlancar aliran angin sehingga angin dapat dengan leluasa bersirkulasi di sekitar tanaman padi sehingga padi tidak mudah roboh. Lain halnya jika menggunakan sistem tegel yang jarak tanamnya terlalu rapat sehingga dapat memperbesar peluang untuk padi roboh saat terjadi angin kencang karena angin akan langsung mengenai batang-batang padi yang jaraknya saling rapat.

Berdasarkan penelitian Misran, (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat) peningkatan produktivitas padi dengan sistem jajar legowo ini mampu mencapai 22% dibanding dengan tanpa sistem jajar legowo (Roidah Afifah, Universitas Brawijaya).

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *