Kolaborasi Apik Indmira dari Tim KKN UGM Lembang, Sleman hingga Wakatobi

16 Desember 2015 - Uncategorized

Awal Juli 2015 nanti, Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melepas para mahasiswa tingkat akhir mereka untuk menjalankan tugas mengabdi kepada masyarakat di berbagai daerah pelosok negeri. Mulai dari barat Indonesia hingga ke ujung timur nun jauh disana. ’ Mengabdi kepada masyarakat, untuk ikut terjun langsung ke kehidupan nyata, dengan suguhan berbagai persoalan yang membutuhkan ide dan kreativitas mereka sebagai anak- anak terdidik dengan berbekal ilmu dari berbagai jurusan dan keahlian. Mulai dari Lembang (Jawa Barat), Cangkringan (Sleman), sampai Wakatobi (Sulawesi Tenggara).

Lembang, Cangkringan, serta Wakatobi merupakan daerah- daerah yang memiliki ciri khas masing-masing. Lembang terkenal dengan tanah nya yang subur serta perbukitan, sehingga sangat cocok untuk pertanian dan hutan konservasi. Sedangkan Cangkringan yang berada pada 500 mdpl juga sangat cocok untuk pengembangan sektor pertanian dengan dukungan irigasi tekhnis yang memadai. Berbeda dengan Wakatobi yang di hadiahi potensi alam seperti pantai pasir putih, terumbu karang, dan juga terkenal dengan komoditi kopra, singkong, dan kenari dan juga budaya masyarakat yang sebagian besar adalah nelayan.

Masing- masing tim KKN UGM, berupaya untuk membentuk sikap mental yang membantu masyarakat meningkatkan potensi alam yang dimiliki oleh masing- masing wilayah. Serta secara serentak meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi, mengelola, dan memanfaatkan potensi alam yang ada di wilayah masing- masing. Tentunya tanpa harus menghilangkan kearifan lokal serta budaya yang telah ada serta tetap menjaga kelestarian alam.

Pelatihan yang diadakan bersama Indmira oleh ketiga tim KKN UGM berbeda daerah tersebut dilaksanakan Kamis, 11 Juni mulai dari pukul 08.00 wib dengan tujuan pertama adalah Fun Farming Merapi (FFM), salah satu partner H2B Indmira. Koko Sasongko, yang menggarap lahan FFM bercerita tentang pemanfaatan lahan- lahan yang ada disekitar tempat tinggal untuk berkebun secara organik. Di jelaskan pula sistem berkebun dengan cara tumpang sari. Sesi ini juga menjadi tempat untuk bertukar cerita dan pengetahuan mengenai sistem ataupun jenis tanaman yang mungkin untuk di maksimalkan di masing-masing tempat KKN UGM.

Setelah itu, dilanjutkan dengan mengelilingi kantor pusat Indmira, Jalan Kaliurang km 16,3, Yogyakarta. Dimulai dengan pengenalan pembangunan prototype untuk lahan bercocok tanam di lahan berpasir, bekas tambang, sekam dan lahan gambut. Kemudian mengelilingi tanaman buah koleksi Indmira, beberapa sistem hidroponik, aquaponik, serta vertikultur yang telah dikembangkan di Indmira.

Menjelang istirahat siang Azmi Basyarahil, yang merupakan alumni UGM dan sempat KKN di Papua berbagi pengalamannya dan memompa semangat tim KKN untuk bisa berbaur dan mengenal kondisi masyarakat tempat KKN nanti. Azmi yang kini menjadi salah satu mahasiswa Agribisnis UGM, membagi pengalamannya serta rekannya yang telah melaksanakan KKN. Cerita pengalaman serta video dan foto KKN di beberapa daerah ia bagikan.

Selanjutnya, sesi terakhir yaitu praktek pertanian secara vertikultur yang diisi kembali oleh Koko Sasongko. Mereka diberi penjelasan mengenai sistem vertikultur yang memanfaatkan karung bekas serta bekas botol air mineral. Media menggunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar. Tak lupa digunakan pula pupuk organik dari Indmira yaitu SNN, SAN, dan Tricogreen. Seluruh peserta dapat merasakan langsung praktek pertanian secara vertikultur dengan menggunakan barang-barang bekas.

Semoga sukses teman-teman KKN UGM Lembang, Cangkringan, dan Wakatobi!(An)

Print Friendly

Comments are closed.