The Danger of Synthetic Fertilizer. Do You Still Want To Use It?

29 Desember 2014 - Uncategorized

Hampir semua aktivitas pertanian atau perkebunan pasti melakukan kegiatan pemupukan. Dampak dari kegiatan pemupukan diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian atau perkebunan. Sehingga nantinya mampu memberikan hasil yang optimal dan memberikan keuntungan dari segi ekonomi.

Fertilizer is a substance, either syntetic or organiz, which is added to the soil to improve its important nutrients needed by plants and vegetation on the soil. Although it supposed to give benefit to human, the impact of fertilization needs to be carefully considered. Especially the use of synthetic fertilizer. If synthetic fertilizer is used excessively, it can raise an impact that damage the fertility of soil. Synthetic fertilizer ia a fertilizer made by manufacturers by mixing high nutrient inorganic chemical.

Nowaday, it is hard for farmers to use 100% organic fertilizer because of high dependency to synthetic fertilizer such as Urea, Za and KCl. It needs some time to convince farmers to switch to other fertilizer such as organic fertilizer. They never realise what would happen if they continue the use of synthetic fertilizer excessively.

In the short term, synthetic fertilizer can fasten the planting duration because the nutrients can be immediately absorbed by the soil. But in the long term, it can produce negative impacts.

According to research experts, plants can not absorbed all of synthetic fertilizer substance. There will always be a residue that remains on the grounds. This residue remain in the soil can be reacted with water to form a binding form with soil like glue or cement. After it dries, the soil will be harden and increase its acidity. This condition is dangerous for nutrients maker microorganism. The microorganism suc as worm, which is contributing in loosen the soil, will dead and the population will decreased. if this happen, the soil can not produce its own nutrients and will be highly dependent on synthetic fertilizer.

The use of synthetic fertilizer is also has impact to the environment. Too much use of synthetic fertilizer cause eutrofication. Synthetic fertilizer contains element such as nitro oxide and phosphate. This element is a toxic to the aquatic life. It can increase excessive growth of algae and reduce the oxygen level. This condition will lead to a toxic environment that cause the death of aquatic fauna in the water.

Synthetic fertilizer contains substance and chemical ingredients such as methane, carbon dioxide, ammonia and nitrogen. This substance will lead a global warming and climate change. Even, the nitro oxide, byproduct of nitrogen, is the third most significant greenhouse gas, after carbon dioxide and methane.

If the dependency to synthetic fertilizer is inevitable, farms land will trapped in a vicious circle. Much more we use the chemical, much more our soil is getting worse. If the soil is worsen, we will more depend on synthetic fertilizer. That is what happen now in every farm land in Indonesia, or even the world.

Fakta-fakta ini mengkhawatirkan dan perlu diambil langkah serius sesegera mungkin untuk menghindari akibat yang lebih parah. Upaya peningkatan produksi pangan yang salah, dengan tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bahan kimia, memberikan dampak negatif yang berlanjut pada pertaruhan nilai kesehatan manusia akibat residu kimia yang ditinggalkan. Dampak serius terhadap lingkungan menyebabkan penurunan kualitas produksi akibat kerusakan unsur hara tanah yang diikat oleh residu kimia dalam tanah.

It is make sense now if the farmers losing its soil fertility. In one hand the productivity of the soil is decreasing and in the other hand to maintain its productivity, farmers are often use excessive synthetic fertilizer which also cause increasing cost in consuming synthetic fertilizer.

This condition will harm the farmers themselves. Because of this, farmers need to be given an understanding about the impact of excessive use of synthetic fertilizer.

Sebaliknya, jika para petani menggunakan pupuk alami, manfaat yang diperoleh cukup besar selain baik untuk tanaman juga akan baik bagi tanah dan lingkungan sekitar dan dapat diandalkan untuk jangka panjang. Pupuk organik bisa menjadi opsi pilihan petani untuk bisa meningkatkan produtifitas pertaniannya tetapi tetap berpijak pada unsur ramah lingkungan.

Dalam Permentan No.2 tahun 2006 tentang pupuk organik dan pembenah tanah, pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Definisi tersebut telah dengan jelas telah menerangkan apa itu pupuk organik.

Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.

Berikut ini adalah manfaat yang diperoleh apabila menggunakan pupuk organik:

  1. Organic fertilizer contains more complete micro nutrients than synthetic fertilizer.
  2. Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
  3. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  4. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
  5. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman, sehingga tanaman terhindar dari kekeringan.’ dari air.
  6. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  7. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  8. Maintaining soil fertility level caused form excessive use of synthetic fertilizer before.
  9. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah.
  10. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
  11. Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
  12. Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.

After seeing the advantages of the use of organic fertilizers, are farmers and the general public would still blindly and always rely on synthetic fertilizers for plants? Actually, if there is a willingness to make organic fertilizer, there are abundant materials around us. But in general, farmers are reluctant to make organic fertilizer and prefer to buy factory-made organic fertilizer that can stay put and more practical.

PT Indmira try to provide a more practical solution to the farmers by producing organic fertilizer ready. PT Indmira already producing organic fertilizer widely since 1998. The type of organic fertilizer produced liquid, solid, and powder. The use of organic fertilizer from PT Indmira will not damage the soil structure such as the use of synthetic fertilizers, but in the long run it will have a positive impact and was able to repair the damage to the soil structure due to the use of synthetic fertilizers. Use of the product is also very economical Indmira and can reduce the use of macro / synthetic fertilizer. If converted to land area, Indmira production capacity can meet the needs of up to 20,000 hectares of fertilizer per month for liquid fertilizer, and 2,500 acres per month for solid manure.

With the organic fertilizer is expected to be a solution for environmental improvement. It is expected that farmers can switch to use organic fertilizers in order not to cause even greater effect due to the excessive use of synthetic fertilizers.

Print Friendly

7 tanggapan “The Danger of Synthetic Fertilizer. Do You Still Want To Use It?”

  1. Murah Toko Perhiasan mengatakan:

    Bagus artikel, itu praktis.

  2. Cetaphil mengatakan:

    Keren artikel, Itu lucu.

  3. Wm Caster mengatakan:

    yang sangat baik sebagai Anda artikel lainnya: D, terima kasih untuk posting.

  4. Google mengatakan:

    Berikut adalah Blog yang besar Anda mungkin Datang di Menarik bahwa kami mendorong Anda untuk mengunjungi.

  5. The Toko Perhiasan mengatakan:

    Bagus artikel, itu praktis.

  6. The Toko Perhiasan mengatakan:

    Keren artikel, itu inspirasi.

  7. Ulasan Cellogica mengatakan:

    Info berharga. Saya beruntung saya menemukan situs web Anda tidak sengaja, dan aku terkejut mengapa kebetulan ini
    tidak terjadi di muka! Aku bookmarked itu.