Melirik Akuaponik yang Apik

November 28, 2015 - Artikel

Teknologi akuaponik merupakan teknologi budidaya yang mengkombinasikan pemeliharaan ikan dan tanaman. Akuaponik juga salah satu cara mengurangi pencemaran limbah air kolam ikan dan memanfaatkan air kolam ikan untuk budidaya tanaman dengan input yang minim dan penghematan air yang efektif.

Budidaya ikan yang umum, kotoran ikan yang dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan pencemaran air jika tidak dibuang. Namun, dalam akuaponik kotoran hewan diberikan kepada tanaman agar dipecah menjadi nitrat dan nitrit melalui proses alami, dan dimanfaatkan oleh tanaman sebagai sumber nutrisi. Air yang kandungan cemarannya sudah berkurang kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur.

Hasilnya, kotoran ikan yang seringkali menimbulkan masalah karena bau yang tidak sedap dan membuat kolam menjadi kotor malah bisa menyuburkan tanaman. Termasuk di dalamnya sisa pakan yang ditebar di kolam yang tidak termakan oleh ikan dan mengendap di kolam pun turut menambah nutrisi untuk tanaman. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi. Hal ini tentu bisa sebagai jawaban atas pemaksimalan lahan yang tersedia dan pemanfaatan air secara lebih efisien. Teknologi hemat lahan dan air ini dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran.

Kelebihan budidaya akuaponik :
1. Hemat air
2. Keuntungan berlipat karena dapat memanen sayuran dan ikan sekaligus
3. Hemat pemupukan
4. Menambah nilai estetika sekitar rumah
5.Mendapatkan hasil makan organik

Kelemahan Budidaya Akuaponik antara lain biaya investasi di awal yang relatif tinggi serta jumlah produksi tanaman yang terbatas sesuai populasi ikan yang dibudidayakan.

Pemupukan
Pemupukan pada budidaya akuaponik tidak perlu dilakukan, karena tanaman akan mendapatkan nutrisi dari kotoran dan makanan ikan yang tidak termanfaatkan. Sedangkan ikan tetap diberikan makanan berupa pelet ataupun azolla yang kaya protein.

Media tanam
Budidaya dengan sistem akuaponik dapat menggunakan beberapa media tanam seperti pasir pantai, sekam, zeolit, kerikil, serta tanaman yang akan dibudidayakan

Tanaman yang dapat dibudidayakan dalam sistem akuaponik sangat beragam. Biasanya terbagi menjadi sayuran daun dan buah. Beberapa yang sempat kami coba seperti kangkung, caisim, pakcoy, selada (merah / hijau), tomat, terong, dan mint.

Teknologi terapan yang mengedepankan efisiensi penggunaan air dan lahan dalam budidaya ikan dan tanaman ini bisa dijadikan salah satu model pertanian di perkotaan atau urbanfarming. Tak hanya itu, pengembangannya juga bisa untuk skala produksi yang lebih besar. Selain nampak apik juga bisa menambah penghasilan.

Selamat mencoba!

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *