Membasmi Penyakit Jamur Akar Pada Tanaman Bayam dengan Kitosan

Juli 27, 2018 - Riset

Bayam merupakan sayuran yang sangat dikenal oleh masyarakat karena kandungan vitamin yang ada didalamnya serta harganya yang cukup terjangkau. Bayam juga layaknya sayuran pada umumnya yang mudah terserang penyakit oleh bakteri, jamur maupun oleh serangga dan ulat. Tergantung dari sistem budidayanya, penyakit yang melanda akan berbeda beda. Bayam dengan sistem tanam hidroponik lebih mudah terserang penyakit jamur akar atau lebih dikenal dengan busuk akar. Jamur akar disebabkan oleh adanya kondisi yang lembab. Bayam dengan sistem tanam hidroponik mengharuskan akar selalu dalam keadaan basah, sehingga hal tersebut menyebabkan jamur tumbuh pada bagian akar tanaman bayam. Secara umum, penyebab tumbuhnya jamur selain karena kondisi yang lembab ialah karena air yang dialirkan ke tanaman tidak difilter dan tergenang, serta akar kekurangan oksigen.

Pembasmian jamur pada akar tanaman bayam dapat dilakukan dengan cara manual, salah satunya dengan membuang tanaman yang sudah terinfeksi jamur agar tanaman lain yang masih sehat tidak terkontaminasi. Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan selalu membersihkan konstruksi hidroponik juga selalu memastikan agar tanaman mendapatkan oksigen yang tercukupi. Selain dengan cara manual, kini ada cara lain yang dapat digunakan dalam dalam membasmi jamur yaitu dengan menggunakan kitosan.

Kitosan merupakan suatu polisakarida yang diperoleh dari hasil deasetilasi kitin yang umumnya berasal dari limbah kulit hewan crustacea. Kitosan biasanya diproduksi dalam bentuk serbuk, pasta, film, serat. Kitosan dapat digunakan dalam bidang pertanian, farmasi, dan lingkungan industri. Pada bidang pertanian, kitosan dapat menghambat bakteri patogen dan mikroorganisme pembusuk seperti jamur, selain itu kitosan juga mampu mengatur sistem kekebalan tanaman, meningkatkan kemampuan pertahanan melawan penyakit dan serangga. Polikation alami kitosan dapat menghambat pertumbuhan kapang dan jamur patogen di antaranya jamur tanah Fusarium oxysporum, Rhizoetonin solani dan Phythia paroecandrum. Dengan adanya kitosan dapat berpengaruh pada jamur patogen yaitu dengan interaksi antimirkroba secara langsung maupun mengaktifkan pertahanan alami dari tanaman tersebut dan membantu jaringan tanaman dalam mencegah infeksi jamur.

Indmira melakukan riset terhadap pengaruh pemberian kitosan pada persemaian tanaman bayam dengan konsentrasi asam asetat (sebagai pelarut) yang berbeda-beda yaitu 20% dan 30% dengan masing – masing perlakuan dibedakan lagi menjadi 100ppm (part per million), 200ppm, 300ppm, 400ppm dan 500ppm dengan menggunakan tambahan nutrisi AB Mix. Kitosan disemprotkan secukupnya pada persemaian bayam setiap hari hingga tanaman bayam dipindah tanam ke konstruksi hidroponik. Hasil riset tersebut menunjukan bahwa tanaman bayam lebih efektif dalam menahan pertumbuhan jamur dan serangga jika menggunakan larutan (nutrisi) A dengan campuran asam asetat 20ml + air 80ml + kitosan 2gram dengan kepekatan 500ppm yang menghasilkan presentase hidup sebesar 60%. Sedangkam presentase hidup terendah tanaman bayam didapatkan saat menggunakan larutan (nutrisi) B dengan campuran asam asetat 30ml + air 70ml + kitosan 2gram dengan kepekatan 500ppm.

Dari hasil riset yang Indmira lakukan, hal tersebut dapat menggambarkan bahwa kitosan cukup efektif unutk digunakan sebagai pembasmi jamur akar dan mampu menahan ancaman penyakit lainnya. Namun alangkah lebih baik jika ada penelitian lain terkait kegunaan kitosan dan pengaruhnya terhadap tanaman lain selain bayam.

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *