Pendampingan Petani, Budidaya Pepaya California

Desember 11, 2017 - Berita

Komoditas buah pepaya merupakan salah satu komoditas buah yang banyak diminati oleh banyak kalangan. Pasar yang besar dan cukup menjanjikan, membuat petani semakin tertarik untuk budidaya buah pepaya ini. Budidaya pepaya cukup mudah dilakukan. Pepaya mudah tumbuh dengan media tanah berhumus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik. Berdasarkan pengalaman, pepaya sangat cocok ditanam dipergantian musim, yakni dipergantian musim hujan dan kemarau.

Diantara jenis pepaya yang lain, Pepaya California dipilih karena memiliki keunggulan yang terletak pada buahnya yang rasanya manis, tidak mudah busuk, daging buah kenyal dan tebal. Ukuran buah tidak terlalu besar dengan bobot 0,8 – 1,5 kg/buah.

Dalam kesempatan ini, Indmira bekerja sama dengan Pak Almudi, salah satu petani yang sedang membudidayakan komoditas Pepaya California di daerah Sempu, Wedomartani, Yogyakarta. Lahan seluas 2 Hektare ini juga merupakan lahan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Yogyakarta. Budidaya pepaya california ini menggunakan sistem irigasi tetes (drip irrigation). Irigasi tetes adalah metode irigasi yang tak hanya menghemat air dan pupuk, dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman namun juga memastikan air dan pupuk tepat sasaran pada tanaman yang di budidayakan.

Kunci keberhasilan budidaya pepaya terletak pada proses perawatannya. Termasuk didalamnya proses pemupukan. Secara garis besar,’ tinggi rendahnya hasil panen tanaman pepaya ditentukan oleh ketekunan petani dalam pemberian pupuk yang baik, tepat dan terencana. Dalam proses budidaya ini, Indmira melakukan pendampingan petani dengan penggunaaan SOP budidaya pepaya dengan pupuk organik yang di produksi oleh Indmira.

Proses pemberian pupuk dilakukan setiap 2 bulan sekali selama musim tanam. Kombinasi pupuk yang diberikan ialah pupuk kandang, pupuk makro dan pupuk organik terfermentasi produksi dari Indmira (SAN tanaman dan SNN). Pemberian pupuk organik yang telah terfermentasi ini dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman.

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *