TEKNOLOGI LAHAN MARGINAL INDMIRA, PERTAMA DI DUNIA

31 Desember 2015 - Uncategorized

Blok Tanaman Melon di Lahan Pasir

Lahan marginal di Indonesia bisa dijumpai baik pada lahan basah maupun lahan kering. Menurut Suprapto (2003), lahan marginal pada lahan basah berupa lahan gambut, lahan sulfat masam dan rawa pasang surut seluas 24 juta ha, sementara lahan marginal pada lahan kering berupa tanah Ultisol 47,5 juta ha dan Oxisol 18 juta ha. Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 106.000 km dengan potensi luas lahan 1.060.000 ha, yang secara umum termasuk lahan marginal. Sehingga total lahan marginal baik pada lahan basah, lahan kering maupun lahan pasir pantai di Indonesia mencapai 90 juta ha. Berjuta-juta hektar lahan marginal tersebut tersebar di beberapa pulau, namun belum dikelola dengan baik. Menurut Nasih Widya Yuwono (2009) lahan marginal dapat diartikan sebagai lahan yang memiliki mutu rendah karena memiliki beberapa faktor pembatas jika digunakan untuk suatu keperluan tertentu. Lahan marginal umumnya menghadapi kendala kesuburan tanah dan kekeringan. Hal inilah yang menjadi awal kegelisahan pendiri Indmira Ir Sumarno, padahal seiring meningkatnya jumlah penduduk, dibutuhkan lebih banyak pangan.

Berawal pada tahun 1999, Indmira sebuah perusahaan berbasis riset dan teknologi di bidang pertanian dan lingkungan tertantang memanfaatkan lahan pasir di pantai Kuwaru untuk bertani. Pantai Kuwaru termasuk wilayah dusun Kuwaru, desa Poncosari, Srandakan, Bantul, sekitar 29 km dari kota Yogyakarta.

Bertani di pasir pantai, tentu sesuatu yang ganjil saat itu, terlebih pasir pantai Kuwaru mengandung besi, jadi kebanyakan masyarakat menganggap pasir tersebut seharusnya memang untuk ditambang. Jangankan saat itu, sekarangpun kita mungkin masih mengernyitkan dahi jika ditantang bertani di pasir pantai. Terlebih teknologi yang diterapkan Indmira tanpa menambahkan topsoil (material tanah ataupun pupukng) ke lahan. Cara yang umum digunakan dalam pemanfaatan lahan marginal seperti pasir dengan menambahkan pupuk dan tanah hingga 20 ton/ ha ke lahan pasir.

Menambahkan bahan berupa pupuk dan tanah ke dalam pasir hingga 20 ton/ ha tentu bukan hal yang mudah, dibutuh biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Terlebih untuk lahan marginal yang luas tentu dibutuhkan banyak topsoil. Akhirnya pada tahun 2007 Indmira menemukan pupuk organik yang berfungsi sebagai pembenah lahan marginal, termasuk pasir. Waktu yang tidak singkat dan tentu membutuhkan usaha yang tak ringan. Namun apa yang dihasilkan Indmira mampu memperbaiki struktur biologi, kimia dan fisik lahan pasir hingga siap ditanami dalam waktu 2 minggu. Tentu saja teknologi ini tanpa penambahan material tanah, ataupun pupuk ke dalam lahan.

Pembenah tanah yang digunakan Indmira terdiri dari F4, SNN, SAN Tanaman, dan Pembenah Tanah. Jumlah yang diaplikasikan ke lahan relatif sedikit. Masing-masing dibawah 250kg/ ha. Bahkan SNN dan SAN tanaman hanya 20kg/ha. Jumlah ini tentu jauh lebih sedikit dibanding teknologi yang umum digunakan dengan menambahkan hingga 20 ton pupuk dan tanah ke tiap hektar lahan.

Kini berbagai tanaman telah berhasil dibudidayakan di lahan pasir Kuwaru. Tanaman tahunan, maupun musiman seperti sayur-mayur telah menunjukkan hasilnya. Bahkan beberapa komoditas seperti kacang tanah menunjukkan hasil panen yang jauh lebih banyak dibanding budidaya di lahan konvensional.

Teknologi ini termasuk yang pertama di dunia, dimana pemanfaatan lahan marginal tanpa penambahan topsoil seperti material tanah dan pupuk. Teknologi yang sama niscaya juga bisa diterapkan di lahan marginal lainnya termasuk gurun yang memiliki karakteristik serupa dengan lahan pasir pantai. Jika ini bisa terwujud, upaya menghijaukan bumi bisa menjadi mimpi yang tak cuma hayalan. (Le)

Print Friendly

2 tanggapan “TEKNOLOGI LAHAN MARGINAL INDMIRA, PERTAMA DI DUNIA”

  1. Djoko Sumali mengatakan:

    kira-kira bisa diaplikasikan dengan lahan bekas tambang ngak pak?
    karena saat ini kami melakukan reklamasi lahan bekas tambang.
    dan brp harga pupuk organi yang bapk produksi
    dan untuk lahan bekas tambang berapa kompisisi yang baik untuk penggunaan pupuk
    Terima kasih

    • admin mengatakan:

      Dear pak Djoko,
      produk kami bisa diaplikasikan di lahan bekas tambang dan hal ini sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan di sejumlah lahan mitra kami. Untuk informasi awal, bisa dilihat pada website kami (bagian servis) http://indmira.com/service/reklamasi-bekas-tambang/

      dalam reklamasi lahan bekas tambang kami menggunakan beberapa produk. Informasi lebih lanjut mengenai harga produk serta penggunaannya, bapak bisa menghubungi kami lewat email. kami juga sudah mengirim informasi ini ke email bapak.

      terima kasih