Rehabilitasi Pasca Tambang & Proyek Revegetasi


PT Pinang Coal Indonesia
Sanga sanga, Kalimantan Timur, Indonesia
Tampilkan Peta
2013--2014

Latar Belakang Proyek


Keberhasilan penggunaan teknologi biostimulant di lokasi PT Sanga Coal Indonesia dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90% mendorong sekelompok PT Sanga Coal Indonesia bernama PT Pinang Coal Indonesia menggunakan teknologi yang sama. Teknologi Biostimulant dianggap sangat efektif dan efisien baik dari segi waktu dan biaya.

Tantangan


Overburden dengan potensi asam, nutrisi organik rendah

Keasaman yang tinggi, pH < 4

kelembaban tinggi, intensitas curah hujan rendah

Ekstrim angin

Hasil kerja

Aplikasi Biosimultant untuk Memperbaiki Struktur Tanah

Tanah digemburkan agar biostimulant dapat lebih mudah memperbaiki struktur tanah. Biostimulant yang digunakan khusus dibuat untuk memperbaiki lahan pasca tambang. Setelah diberikan biostimulan, tanah disiram hingga jenuh dan didiamkan selama ± 2 minggu dengan tetap menjaga kelembaban.

Menyediakan Nutrisi untuk Tanah

Setelah didiamkan selama ± 2 minggu, tahap selanjutnya menerapkan biostimulan pada tanah sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Biostimulant ditaburkan, disirami air, kemudian didiamkan selama kurang lebih 1 bulan untuk mengoptimalkan proses kerja biostimulant. Biostimulan yang diproduksi oleh PT Indmira adalah hasil dari fermentasi bahan organik serta bakteri yang dipilih dari isolat untuk menurunkan kadar racun. Biostimulan mengandung bahan-bahan alami yang aman bagi lingkungan.

Penanaman dan Revegetasi

Setelah rehabilitasi lahan, dilakukan revegetasi. Revegetasi tanaman dilakukan dari penanaman dan penaburan Legume Cover Crop (LCC), pemupukan 3 kali sebulan, disertai pemantauan dan pemeliharaan.

Print Friendly
SAVE AS PDF

Tertarik dengan Layanan Kami? Mari Bekerja Sama