PROYEK ILMIAH PERTANIAN DI LAHAN PASIR PANTAI


Proyek Sains
Pandansimo, Bantul, Indonesia
Tampilkan Peta
1999 - Sekarang

Latar Belakang Proyek


Kenaikan permintaan pangan akibat peningkatan penduduk memberikan kesempatan untuk mengembangkan sektor pertanian. Dalam agribisnis, memperoleh produksi pangan yang lebih besar membutuhkan perluasan lahan pertanian. Salah satu cara untuk memperluas lahan pertanian dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kritis. Contoh pembangunan ini adalah tanah berpasir di daerah pantai selatan Yogyakarta.

Lahan pasir pantai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sektor agribisnis. Lahan ini memiliki keunggulan, lahan yang sangat luas, datar, jarang banjir, sinar matahari yang melimpah, dan kedalaman air tanah yang dangkal. Selain itu, lahan pasir pantai tidak perlu terlalu banyak persiapan, cukup sederhana hanya membuat bedengan tidak dibuat parit-parit yang dalam, sehingga akan efisiensi pada pengolahan tanah.

Tantangan


Pasir dengan produktivitas rendah

tinggi

rendah

porositas tinggi

Hasil kerja

Perbaikan Sifat Fisik, Biologi dan Kimia Tanah

Untuk mengantisipasi kurangnya unsur hara dalam lahan berpasir, diperlukan upaya untuk meningkatkan sifat fisik, biologi dan kimia tanah. Indmira menggunakan 4 jenis pupuk organik produksi Indmira yaitu F4, SNN, SAN Tanaman, dan Pembenah Tanah. Aplikasi dilakukan dengan menggemburkan lahan terlebih dahulu, kemudian disiram hingga jenuh, diamkan selama 2 minggu sambil dijaga tetap lembab. Setelah 2 minggu lahan siap digunakan. Perbaikan tanah dilakukan dengan memberikan formulasi khusus untuk tanah berpasir sehingga menjadi produktif dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pemecah angin

Angin kencang kaya garam merupakan salah satu tantangan bertani di lahan pasir. Pemecah angin bertujuan untuk mengurangi kecepatan angin dalam pertanaman lahan pasir. Pemecah angin sementara dapat memanfaatkan anyaman daun tebu atau kelapa, kasa nilon, jaring dan lembaran plastik. Sedangkan pemecah angin permanen dapat memanfaatkan tanaman yang berupa tumbuhan tahunan yang umurnya panjang dan dapat diatur pertumbuhannya. Indmira menggunakan cemara udang sebagai salah satu wind barier.

Lapisan Kedap

Bertujuan untuk menghalagi infiltrasi air, sehingga air lebih lama tertahan dalam lahan pasir. Lapisan kedap dapat memanfaatkan lembaran plastik, semen, atau bahan kedap lainnya yang dibuat dengan menggali tanah kemudian lapisan dihamparkan, selanjutnya diatas lapisan kedap diberi pasir yang akan menjadi media tanam tanaman. Lapisan kedap hanya digunakan untuk penanaman tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi, sedangkan tanaman yang tidak membutuhkan genangan air, tidak perlu lapisan kedap.

Irigasi

Keterbatasan air di lahan pasir disiasati Indmira dengan membuat sumur bor di dekat kawasan pertanian. Jarak air tanah di lahan pasir cukup rendah, sehingga memudahkan dalam membuat sumur.

Print Friendly
SAVE AS PDF

Tertarik dengan Layanan Kami? Mari Bekerja Sama