Yuliono, si Penyanyi yang Cinta Pertanian

4 Desember 2015 - Berita

Pemandangan sebuah “mini konser” beberapa kali muncul di halaman depan kantor Indmira. Nampak seseorang sedang menyanyi sambil memainkan gitar. Tak ketinggalan beberapa penonton ikut larut mengintari sang penyanyi. Adalah Yuliono, salah satu peserta magang di Indmira yang sering menyanyi sambil memainkan gitar menghibur peserta magang atau prakerin lainnya.

Lelaki kelahiran Wonosobo, tahun 1987 ini sejak kecil sudah mandiri. Kondisi ekonomi keluarga menuntutnya turut bekerja mencari biaya sekolah. Sejak kelas 4 SD Yuliono bersama kakaknya menjadi tukang sol sepatu dan servis payung di Yogyakarta. Pekerjaan ini dilakukannya saban Minggu agar tak mengganggu jadwal sekolah.

Pekerjaan tersebut terus digelutinya di akhir pekan, hingga ketika Kelas 2 SMA Yuliono memutuskan pindah ke Yogyakarta. Saat itupekerjaan sol sepatu dan servis payung mulai sepi, anak ke 6 dari 7 bersaudara ini harus mencari akal untuk biaya hidup sehari-hari. Terbersitlah ide untuk mengamen. Mengamen karena kondisi ekonomi bukan berarti Yuliono putus sekolah, ia tetap menuntut ilmu hingga lulus SMA.

Pasca lulus SMA, karena kondisi ekonomi lelaki murah senyum ini memilih bekerja sebagai pemusik ataupun mengikuti audisi beberapa film maupun ajang pencarian bakat. Awalnya ia selalu gagal lolos seleksi, namun pengalaman setelah belajar ke beberapa orang membuatnya bisa diterima mengisis beberapa adegan di sejumlah film.

Hasil yang ia peroleh tidak ia hamburkan begitu saja. Semangat untuk terus belajar membuatnya melanjutkan kuliah jurusan Agribisnis Pertanian di Universitas Muhammadiah Yogyakarta. Dipilihnya pertanian karena latar keluarganya sebagai petani.

“Pesan dari orang tua kita dulu, anak harus lebih baik dari orang tuanya. Orang tua saya petani, jadi saya ingin kuliah untuk mendalami pertanian agar bisa membantu memasarkan hasil pertanian mereka” ungkap lelaki sederhana yang kini menginjak semester 7 ini.

Sambil kuliah, ia tetap mengamen atau bekerja di beberapa tempat. Titik tolaknya ketika Yuliono mengikuti seleksi ajang pencarian bakat menyanyi. Walaupun tidak lolos dalam seleksi itu, penampilannya yang lucu ditambah pantomim yang unik menjadikannnya cukup dikenal. Tak tanggung-tanggung lebih dari 95.000 pengunjung membuka video tersebut di youtube. Selanjutnya dia lebih dikenal dan tawaran manggung ataupun berpantomim di hotel maupun berbagai kegiatan hiburan lainnya berdatangan. Hasilnya ia gunakan untuk biaya kuliah.

Sambil menceritakan kegiatan magangnya di Indmira, Yuliono berangan-angan kelak bisa mempraktekkan ilmu agribisninya. Membeli sepetak lahan dan membuat mini restoran yang menggunakan bahan dari kebun sendiri. Tak lupa merangkul anak muda yang menganggur.
semoga!

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *