Warga Sekitar Danau Toba Mulai Gunakan Pupuk Olahan Sendiri

November 28, 2019 - blog

Projek Pelatihan Pupuk Organik di Danau Toba telah memasuki tahap produksi yang ke empat dan pengaplikasian pada tanaman. Lokasi pengolahan berada di Desa Tambun Raya, Kec. Sidamanik Kab. Simalungun Sumatera Utara. Sebelum sampai pada tahap ini tim telah menyelesaikan beberapa proses yaitu pembangunan selter pengolahan, koordinasi dengan masyarakat, pelatihan dan produksi pupuk oleh masyarakat.

Setiap proses produksi pupuk dibutuhkan waktu 2 bulan masa fermentasi dengan sekali produksi terdiri pupuk cair dan pupuk padat. Kebutuhan limbah ikan mencapai 800 kg untuk pupuk cair dan 900 kg untuk padat. Penanganan pasca panen pupuk organik dan cair cukup berbeda, pada pupuk padat perlu pengeringan selama satu minggu dan pupuk cair bisa langsung dibagikan pada warga.

Uji hasil lab pupuk

Dari uji lab pupuk toba diperoleh hasil sebagai berikut TDS 10.000, pH 6-7 dan CHON yang tinggi. Hasil ini dipengaruhi oleh bahan baku yang berasal dari ikan yang cenderung memiliki kandungan protein dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pada dasarnya pada proses fermentasi pH akan cenderun asam yang dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme yang melakukan perombakan senyawa organic pada bahan dasar. Untuk hasil pupuk yang sudah jadi dapat diketahui dari pH yang berubah menjadi netral.

Pada dasarnya tanaman memerlukan kebutuhan nutrisi seperti manusia. Pupuk organik merupakan makanan bagi tumbuhan, ini tidak hanya baik bagi tanaman namun juga tidak mencemari lingkungan. Pengolahan pupuk yang menggunakan limbah sekaligus mengurangi limbah di sekitar dan pemanfaatannya pun ramah bagi lingkungan. Pemanfaatan pupuk oragnik diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah dengan penambahan unsur hara makro dan mikro ke dalam tanah. Perbaikan sifat kimia tanah diharapkan dapat meningkatkan produksi komoditas setempat dan menjadikan pertanian setempat ramah lingkungan.

Pengaplikasian pupuk

Bersama ibu-ibu desa setempat, pupuk yang selesai difermentasi diaplikasikan bersama. Kami memilih lahan sekitar selter untuk pengaplikasian pupuk yang hasilnya bisa dipanen Bersama oleh masyarakat. Pengaplikasian produk dilakukan pada tanaman timun yang hasil panennya sangat baik. Pengaplikasian pupuk padat dilakukan di awal untuk menjadi pupuk dasar kemudian pupuk cair digunakan seminggu sekali dengan mengocorkan. Pemberdayaan merupakan tujuan akhir dari projek ini dengan mengurangi limbah ikan untuk dimanfaatkan menjadi pupuk dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *