Mengembangkan Enzim untuk Dekomposisi Limbah

Sejalan dengan kepedulian masyarakat terhadap limbah, Indmira ingin menghadirkan solusi bagi penguraian limbah yang semakin efektif dan mudah. Saat ini Indmira melalui tim riset mengembangkan mikroba untuk mendekomposisi limbah. Pengolahan limbah menjadi salah satu fokus riset Indmira, mengingat limbah organik sebagai salah satu potensi yang bermanfaat untuk lingkungan.

Proses penguraian limbah secara biologis dibantu oleh adanya bakteri pengurai dengan proses yang panjang. Waktu penguraian yang panjang menjadi salah satu tantangan bagi industri pengolahan limbah. Proses penguraian atau dekomposisi yang memakan waktu lama akan mempengaruhi proses pengolahan limbah menjadi produk selanjutnya. Bila produk berbahan dasar limbah organik ini memiliki permintaan yang tinggi maka dapat menimbulkan kelangkaan produk bila proses dekomposisi masih berjalan lama.

Indmira mengembangkan riset untuk efisiensi penguraian bahan organik dengan menggunakan mikroorganisme berupa bakteri. Dari riset ini menunjukkan bahwa mikroorganisme mikroba dan bakteri tertentu berperan sebagai perombak bahan organik yang dapat mempercepat proses dekomposisi limbah organik yang mengandung lignin dan selulosa. Enzim yang dihasilkan oleh mikroba akan membantu meningkatkan biomassa dan mengurangi penyakit sehingga dapat memberikan manfaat terhadap kesuburan tanah.

Kami mengambil bakteri selulolitik dari tanah, kompos dan bahan organik lainnya. Kemudian dilakukan screening dan isolasi bakteri untuk mendapatkan bakteri selulolitiknya. Bakteri selulotik ini akan menghasilkan enzim selulose yang berfungsi untuk menghidrolisis atau memecah selulosa menjadi bahan yang lebih sederhana seperti glukosa. Bahan organik atau limbah itu menjadi makanan atau subtrat untuk pertumbuhan bakteri selulolitik. Enzim bertugas untuk mendukung proses percepatan dekomposisi limbah. Tingkat kecepatan tersebut berkontribusi terhadap efektivitas penguraian limbah.

Proses dekomposisi atau penguraian limbah dengan enzim mampu merombak bahan organik memegang peranan penting karena sisa bahan organik akan diurai menjadi unsur unsur yang dikembalikan ke dalam tanah seperti N, P, K, Ca, Mg dan menuju atmosfer dalam bentuk CH4 atau CO2 sebagai hara yang dapat digunakan kembali oleh tanaman.
Dengan riset enzim pengurai limbah ini, diharapkan waktu penguraian limbah akan lebih cepat sehingga membuat proses pengolahan pupuk lebih efisien dan efektif. Inovasi ini bertujuan untuk mendukung pengolahan limbah organik yang dihasilkan oleh operasional industri. Dengan dekomposisi limbah organik diperoleh manfaat berupa berkurangnya limbah organik dan produk limbah yang dapat digunakan untuk keberlanjutan lingkungan.