Solusi Reklamasi Tambang untuk Keberlanjutan Lingkungan

Perusahaan tambang wajib mempersiapkan keberlanjutan bagi lingkungan dan masyarakat paska operasional tambang selesai. Rencana persiapan pengembangan masyarakat dan perbaikan lingkungan ini penting dilakukan karena mengingat aktivitas tambang berlangsung hanya dalam kurun waktu tertentu saja. Lingkungan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera perlu menjadi tujuan setelah aktifitas tambang ini berlangsung.

Dalam peraturan menteri energi dan sumber daya mineral Nomor : 18 Tahun 2008 diterangkan bahwa lokasi bekas tambang wajib dilakukan pengelolaan agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Regulasi ini menjadi penting bagi pemulihan lingkungan paska tambang yang berpotensi merusak bentang alam yang terutama pada kualitas tanah yang ada sehingga mematikan vegetasi di sekitarnya. Pengembalian fungsi lingkungan penting ditangani dan memerlukan biaya yang tidak terhitung murah.

Pelestarian atau perbaikan lingkungan paska tambang dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan dengan bioremidiasi dan revegetasi untuk memperbaiki kondisi tanah, mengembalikan hutan sekaligus mengurasi emisi karbon. 

INDMIRA hadir memberikan solusi bagi pelaku industri pertambangan untuk dapat melaksanakan kewajibannya dalam melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang. Indmira memiliki komitmen yang tinggi terhadap rehabilitasi lahan kritis dan reklamasi bekas tambang di berbagai wilayah Indonesia. Riset panjang telah dilakukan oleh INDMIRA guna mendapatkan formula yang tepat dalam upaya perbaikan lahan kritis secara efektif. Adapun kegiatan INDMIRA yang dilakukan untuk perbaikan lahan bekas tambang adalah sebagai berikut :

  1. Penataan lahan

Tahap awal yang dilakukan adalah melakukan penataan lahan dengan penggunaan alat berat seperti excavator dan bulldozer. Penataan ini dilakukan dengan pembajakan dan pembentukan kembali permukaan tanah. Waktu yang diperlukan untuk penataan lahan ini sangat bervariatif tergantung pada rona awal bekas tambang yang membutuhkan penutupan dan mengatur kemiringan lahan. Setelah penataan selesai diilanjutkan kegiatan plotting ini bertujuan untuk mengetahui layout wilayah serta menentukan posisi lubang tanam serta jarak tanam 

  1. Pengaplikasian Biostimulan untuk Memperbaiki Struktur Tanah

Sebelum dilakukan pengaplikasian biostimulant, tanah digemburkan agar biostimulant dapat lebih mudah memperbaiki struktur tanah. Pengaplikasian biostimulan di sekitar lubang tanam bertujuan untuk memperbaiki tekstur, struktur tanah dan menetralkan polutan tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Biostimulant yang digunakan merupakan produk khusus INDMIRA dengan merek dagang SAN RBT yang diperuntukan untuk memperbaiki lahan pasca tambang dan lahan rusak lainnya. 

  1. Penanaman dan Revegetasi

Kondisi lahan tambang yang minim unsur hara maka perlu dilakukan penanaman tanaman perintis guna menjadi cover tanah yang selanjutnya diaplikasikan tanaman Legume Cover Crop (LCC). Hal tersebut dimaksudkan agar tanah mendapatkan zat hara guna persiapan penanaman pohon tegakan. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 4 X 4 meter dengan sejumlah keseluruhan tanaman sebanyak 625 pohon/Ha. Pohon yang ditanam menyesuaikan dengan dokumen perencanaan reklamasi yang telah ditetapkan di awal.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan reklamasi membutuhkan ilmu pengetahuan mendalam dan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu INDMIRA dengan konsisten senantiasa meningkatkan kapasitas risetnya dalam rangka memperbaiki lahan rusak akibat kegiatan penambangan. Mari kita bekerjasama dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih hijau.