Project Waste Management Pengolahan Limbah Ikan di Danau Toba


JAPFA COMFEED
Tambun Raya, Kec. Sidamanik Kab. Simalungun Prov. Sumatera Utara
2019

Project Background


Danau Toba merupakan salah satu danau terluas di Indonesia dengan luasnya yang mencapai 1.100 Ha. Kondisi ini membuat danau Toba memiliki potensi perikanan yang luar biasa untuk di jadikan mata pencaharian. Berbanding lurus dengan produksi ikan yang mencapai puluhan ton, limbah ikan atau ikan yang mati (tidak layak konsumsi) mencapai tujuh ton perhari. Limbah ini memicu berbagai kondisi lingkungan yang ketidaknyamanan seperti bau, air yang kotor dan mengurangi estetika sebagai destinasi wisata. Indmira hadir melalui Japfa untuk memberdayakan masyarakat dengan memberikan pelatihan dan pengolahan pupuk organic yang berbahan dasar ikan.

The Challenge


1. Limbah ikan mati dari KJA 2 ton perhari belum dikelola secara baik

2. Kondisi Geografis cukup sulit & dukungan infrastruktur yang minim

3. Pemrosesan limbah yang cukup menyengat

The Handiworks

Sosialisasi dan Pengorganisasian warga desa

Proses sosialisasi bertujuan untuk pendekatan terhadap warga dan memberitahukan rencana pembangunan sarana pengolahan pupuk organik. Sosialisasi dilakukan dengan pengenalan budaya masyarakat kemudian dilakukan pengorganisasian dengan membentuk Kelompok Wanita Tani.

Pembangunan Infrastruktur

Proses pembangunan sarana pengolahan pupuk organik ini dilakukan dengan gotong royong dan pembangunan infrastruktur. Mulai pembuatan pondasi awal sampai pemasangan atap dan pembuatan bak proses pengolahan pupuk. Proses peletakan mesin pencacah dan formulasi pengolahan sampah dan essens untuk pupuk organik ini telah dilakukan.

Pelatihan dan Pembuatan Pupuk Organik

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi pembuatan pupuk organik cair dan padat agar warga paham langkah-langkahnya terlebih dahulu. Tim memberikan pengetahuan dasar mengenai bahan dasar, decomposer dan proses fermentasi pupuk. Proses pembuatan pupuk dibagi menjadi dua bagian, pembuatan upuk organik dan pupuk organik padat. Kapasitas bak pengolahan pupuk dapat mencapai 12 ton. Pupuk baru dapat dipanen setelah dua bulan lamanya melewati masa fermentasi.

Pengaplikasian Pupuk

Sebelum pengaplikasian, tim melakukan pengecekan pH, TDS. Dari uji lab diperoleh hasil sebagai berikut TDS 10.000, nilai pH 6-7 dan CHON yang tinggi. Hasil ini dipengaruhi oleh bahan baku yang berasal dari ikan yang cenderung memiliki kandungan protein dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pengaplikasian pupuk dilakukan di sekitar tempat pengolahan pada tanaman timun, buncis dan cabai.

Print Friendly, PDF & Email
SAVE AS PDF

Interested In Our Services? Let's Work Together