BlumbangReksa, Riset Atnic dan Indmira Solusi Kontrol Kondisi Air Tambak

7 Desember 2015 - Uncategorized

BlumbangReksa, Alat Pemantau Kondisi Air Tambak

Tambak merupakan salah satu penghasil ikan budidaya yang memiliki peran cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Sebut saja ekspor udang kupas hasil tambak Indonesia selama 2014 ke beberapa negara di dunia yang mencapai 250 ribu ton (http://ekonomi.metrotvnews.com, 2014). Tapi produksi ini bisa meningkat jika pengelolaan kialitas air tambak dilakukan dengan baik.

Budidaya udang sering mengalami kendala berupa kondisi air yang berubah-ubah, baik faktor cuaca ataupun kondisi internal tambak. Pengukuran kondisi air secara rutin tentu diperlukan untuk mengetahui kondisi tambak secara pasti. Namun alat pengukuran yang disediakan kurang praktis dalam pengukuran karena umumnya harus dilakukan secara manual. Sedangkan kondisi air bisa berubah dalam waktu yang cepat, masalah baru diketahui setelah muncul gejala berupa gangguan atau bahkan kematian pada udang. Jika tidak segera dilakukan penanganan, kerugian hingga gagal panen pun bisa ’ mengancam.

Perkembangan penelitian di Indonesia untuk meneliti alat ataupun teknologi yang aplikatif di masyarakat cukup jarang. Indonesia termasuk negara dengan budaya riset yang masih rendah. Rasio ilmuwan atau peneliti Indonesia hanya 205 orang per satu juta penduduk. Bandingkan dengan Jepang 5.573 orang atau Singapura 6.088 orang. Rendahnya kemajuan teknologi Indonesia juga terlihat dari minimnya anggaran pemerintah untuk riset, yakni hanya 0,08 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) per tahun. Bandingkan dengan negara lain di Asia, dana riset di Jepang 3,40% dan Korea Selatan 4,04%.

Sejak akhir 2014 ATNIC, sekumpulan mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada didukung Indmira, sebuah perusahaan berbasis riset dan penelitian untuk mengembangkan piranti cerdas di bidang pertanian dan lingkungan. Teknologi ini diberi nama BlumbangReksa yang mampu memantau kondisi air tambak seperti suhu, kelembaban, salinitas, oksigen terlarut, total dissolved solid, dan pH selama 24 jam.

Alat ini berupa perangkat Internet of Thing yang memantau kondisi air tambak udang serta dilengkapi dengan modul GSM dan internet sehingga data kondisi air dapat diakses kapan saja dan dimana saja melalui gadget nonstop selama 24 jam. BlumbangReksa memungkinkan setiap gejala abnormal pada kolam dapat diketahui secepat mungkin, sehingga resiko kegagalan produksi tambak udang dapat diminimalisir. Petambak pun bisa melakukan penanganan kualitas air secara optimal, sehingga bertambak udang menjadi lebih ramah lingkungan. Terlebih untuk komoditas ekspor terdapat aturan yang cukup ketat mengenai kualitas udang termasuk kadar antibiotiknya.

BlumbangReksa merupakan salah satu riset dalam bidang tambak. Teknologi ini akan dikembangkan dalam bidang pertanian dan lingkungan lainnya. Semoga hal ini semakin mendekatkan Indonesia menghasilkan inovasi teknologi yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Menjadi bangsa yang mandiri termasuk di bidang teknologi pun semoga tak hanya angan-angan. (Le)

 

Print Friendly

2 tanggapan “BlumbangReksa, Riset Atnic dan Indmira Solusi Kontrol Kondisi Air Tambak”

  1. ketepatan pemberitaan mengatakan:

    Normally I don’t read through content upon blogs, however i would want to express that this specific write-up extremely pressured me for you to do hence! Your current writing style has been astonished myself ketepatan pemberitaan. Thank you, very terrific article.

  2. Mariano Siu mengatakan:

    This is a really good read for me, Must admit that you are one of the best bloggers I ever saw.Thanks for posting this informative article.