KKN Tanjung Boleng Gandeng Indmira sebagai Mitra

26 Desember 2015 - Uncategorized

Kuliah Kerja Nyata (KKN) biasanya di wajibkan untuk sebagian besar Kampus di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui KKN, mahasiswa benar-benar akan diterjunkan ke masyarakat yang menjadi mitra KKN. Mereka akan berbaur, belajar, dan bekerja sama dengan masyarakat untuk kemudian memanfaatkan keterampilan, ide, ilmu yang mereka timba selama perkuliahan. Salah satu tujuan KKN UGM kali ini adalah Tanjung Boleng, di Nusa Tenggara Timur (NTT), kawasan timur Indonesia yang cukup terpencil karena terbatasnya sarana transportasi.

Salah satu kendala besar di Desa Tanjung Boleng adalah kondisi ketersediaan air minum yang terbatas. Hal ini kemudian berdampak cukup luas di sektor lainnya seperti ekonomi, serta kesehatan. Sebagian besar penduduk Tanjung Boleng bermatapencaharian sebagai petani, peternak, dan nelayan dimana pengembangan pada tiga sektor tersebut menekankan pada perbaikan manajemen pertanian menuju sistem pertanian terpadu.

Program KKN Tanjung Boleng dibidang pertanian dengan membantu pengembangan pola pikir masyarakat pada industri pertanian. Indmira sebagai perusahaan yang berbasis riset dibidang pertanian, memiliki tujuan yang kurang lebih sama, yaitu untuk peningkatan kualitas pertanian secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Kesamaan ini menjadikan Indmira sebagai salah satu mitra KKN Tanjung Boleng. Bentuk kerjasama ini berupa pemberian pelatihan vertikultur, bantuan pupuk dan suplemen ternak hasil riset Indmira.

Pelatihan diselenggarakan Sabtu, 23 Mei 2015. Di mulai dengan mengunjungi Fun Farm Merapi (FFM) yang merupakan partner H2B Indmira dalam bidang pertanian. Kami disambut oleh Koko sasongko, yang sudah menunggu dan sekaligus sedang merawat lahan. Tim KKN kemudian berkeliling sekitar 30 menit di lahan tersebut sembari bertukar cerita tentang pengelolaan lahan pertanian secara organik dan pengembangan sistem tumpangsari. Mereka sekaligus mengumpulkan ide-ide untuk pengembangan pertanian yang bisa di terapkan di Tanjung Boleng nanti. Tak lupa Koko berpesan untuk memperhatikan komoditi yang akan di tanam sesuai kondisi dan kebutuhan di daerah tersebut.

Sekitar pukul 10.30, rombongan sudah berkumpul kembali di kantor pusat Indmira. Kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling di kantor Indmira sembari memperkenalkan teknologi pertanian yang diterapkan Indmira, seperti teknologi hidroponik, tambulampot, dan alat pengolahan limbah. Setelah itu, semua peserta pelatihan berkumpul di Joglo, dan mendapat sambutan oleh Wakil CEO Indmira, Andi Nusapatria.

Andi yang juga merupakan lulusan teknik, mengajak semua peserta KKN untuk mampu memaksimalkan ilmu dalam membantu kesejahteraan masyarakat. Andi mencontohkan Indmira yang bergerak di bidang pertanian terdiri dari berbagai orang dengan latar belakang disiplin ilmu berbeda-beda. Bahkan karena pendiri Indmira bukan orang pertanian, mungkin itu yang menyebabkan cara berpikirnya untuk mencari solusi tidak seperti orang kebanyakan.

Tim KKN sempat bertanya mengenai solusi yang efisien dalam menangani limbah sampah yang ternyata menjadi kendala di Tanjung Boleng. Andi menuturkan dalam masa KKN yang cukup singkat, mereka diharapkan mampu menciptakan alat sederhana untuk penanggulangan sampah serta memberikan contoh pembuatan insenerator sederhana, dilengkapi dengan proses penyaringan asap sehingga asap yang dihasilkan tidak mencemari udara. Selain itu hal penting yang juga diingatkan adalah untuk meminimalisir sampah itu sendiri, karena kebiasaan membuang sampah sembarangan bukanlah hal yang mudah untuk di atasi.

Pada akhir pelatihan, mereka di berikan beberapa praktik vertikultur menggunakan bekas botol minuman dan bekas sak semen. Botol-botol bekas yang dibawa peserta diberi lubang untuk memasukkan tanah dan disusun sedemikian rupa sehingga tumpukan beberapa botol bisa ditanami bibit hortikultura. Sedangkan untuk bekas sak semen berdiameter 30 cm dan tinggi 90 cm, bisa dibuat sekitar 12 lubang tanam. Kelebihan vertikultur sehingga menjadi alternatif pelatihan selain hemat air, juga hemat lahan dan mengurangi tumbuhnya gulma, selain dari segi artistik tampilannya juga menarik. Terlebih untuk pengenalan teknologi di daerah dengan sumber air terbatas dan kurangnya minat masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan. Wah!

Semoga KKN pertama di Tanjung Boleng ini bisa memberikan pengalaman berharga untuk peserta KKN dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Print Friendly

Comments are closed.