Yuk, Coba Teknik Vertikultur

November 20, 2015 - Artikel

Pengertian Teknik Vertikultur

Vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam bahasa lnggris (vertical dan culture) artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama saja dengan bercocok tanam di kebun atau di sawah. Perbedaannya terletak pada lahan yang digunakan. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman. Dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.

Teknik Vertikultur juga merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertikal, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertikal. Dengan demikian penanaman dengan system vertikultur dapat dijadikan alternatif bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman.

Kelebihan Bertanam dengan Vertikultur : :

  1. Mudah dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Bahan dasar yang dipakai dapat menggunakan barang bekas atau sudah tidak dipakai seperti, pipa paralon, talang air, bambu, kayu, anyaman bambu, pot plastik, atau botol bekas kemasan air mineral
  2. Perawatan tanaman yang mudah, hemat air karena penguapan lebih sedikit,
  3. Dapat dipindah-pindah sesuai dengan keinginan. Syaratnya kebutuhan cahaya matahari, kelembapan udara dan temperatur yang sesuai dapat terpenuhi?
  4. Dapat menambah nilai estetika lahan pekarangan karena keindahan struktur vertikal yang berisi berbagai jenis tanaman.

Kekurangan Budidaya dengan vertikultur

Hanya ada satu kelemahan dari metode ini: membutuhkan biaya awal yang lebih tinggi untuk membuat konstruksi vertikultur. Hal ini bisa disiasati dengan memanfaatkan barang bekas sebagai wadah vertikultur.

Pemupukan

Pupuk dalam bertanam secara vertikultur baiknya menggunakan kombinasi antara pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang yang bertujuan untuk memberikan nutrisi mikro dan mempertahankan porositas, dan dikombinasikan dengan pupuk NPK dan KCl untuk memenuhi kebutuhan unsur makro.

Pemberian pupuk yang berimbang sangat menentukan pertumbuhan dari tanaman dengan teknik vertikultur. Pemberian pupuk juga bergantung dari jenis tanaman dan besarnya tanaman.

Media Tanam

Media tanam yang digunakan juga sangat sederhana. Penggunaan media tanam sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan tanaman. Media tanam yang biasa digunakan adalah : sekam bakar (untuk porositas), pupuk kandang / pupuk kompos ( supaya lebih gembur), dan tanah. Perbandingan ketiga media tanam diatas adalah sekam bakar : Pupuk kandang : Tanah adalah 1 : 1 : 1.

Tanaman yang dapat ditanam

Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri, caisism, pack-choy, cabai, tomat, terong, dan selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas.

Untuk tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari, seperti cabai, tomat, terong, dan sawi hendaknya diletakkan di posisi bagian atas. Sedangkan tanaman yang dapattumbuh bagus pada lingkungan kurang sinar matahari seperti kangkung, dan seledri bisa di bagian tengah atau bawah.

Selamat mencoba!

Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *