Jamur Metarhizium anisopleae sebagai pengendali hama uret (Oryctes rhinoceros)

August 24, 2018 - Research

Oryctes rhinoceros atau yang dikenal dengan hama uret merupakan hama yang biasa menyerang tanaman kelapa, singkong dan tebu. Hama ini mengalami siklus hidup/ metamorfosis sempurna yakni telur, larva, pupa, dan imago.  Hama uret menyerang tanaman dimulai saat masih dalam bentuk larva. Larva uret biasa memakan batang kayu  mati.  Selain larva uret, kumbang dewasa juga memakan titik tumbuh pohon kelapa. Hal ini yang menjadi penyebab utama kerusakan tanaman sehingga menurunkan hasil dan menyebabkan kematian.

Pengendalian hama uret yang biasa dilakukan adalah dengan kultur teknis, fisik, kimia, kimia dan biologi yaitu dengan agens pengendali hayati. Akan tetapi, teknik pengendalian tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap penurunan populasi dan tingkat serangan Oryctes rhinoceros di lapang. Jamur Metarhizium anisopleae merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama uret secara biologi.

Teknik pengendalian biologi dengan menggunakan jamur Metarhizium anisopleae, umumnya dilaksanakan dengan cara memperbanyak isolat murni jamur Metarhizium anisopleae pada media miring PDA, kemudian memperbanyak isolat tersebut pada media beras jagung atau pada media cair ekstrak kentang gula (EKG). Jamur Metarhizium anisopleae yang telah diperbanyak tersebut kemudian diaplikasikan pada sarang Oryctes rhinoceros.

Tim riset Indmira telah melakukan penelitian tentang bagaimana memanfaatkan musuh alami dari jamur Metarhizium anisopleae. Penelitian ini dilakukan pada beberapa hama yang sering menyerang komoditas pertanian. Adapun hama yang diuji coba antara lain, hama kutu putih, ulat sawi, walang sangit, dan belalang. Hasil dari riset tersebut menunjukan bahwa pada hama kutu putih, jamur Metarhizium anisopleae bekerja paling efektif hampir 100% dengan konsentrasi 1,5%. Pada hama ulat tanaman sawi, jamur Metarhizium anisopleae mengakibatkan presentasi kematian sebesar 66,7% dengan konsentrasi 2%. Sedangkan pada hama belalang, presentasi kematian yang diperoleh lebih rendah yakni 12%.

Berdasarkan hasil riset tersebut, dapat disimpulkan bahwa jamur Metarhizium anisopleae dapat dimanfaatkan sebagai pengendali hama komoditas pertanian lain selain kelapa, singkong dan tebu. Tim riset Indmira akan terus melakukan penelitian pada hama lain dan pada komoditas lain juga. Nantikan terus perkembangannya ya!

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *