Tricogreen: Hadir Lawan Moler

November 6, 2017 - Article blog News Research

Bawang merah, bukanlah nama tanaman yang asing di telinga kita. Budidaya tanaman ini dapat ditemukan di berbagai wilayah, seperti daerah dingin, sub-tropis, maupun tropis. Indonesia merupakan salah satu negara iklim tropis dengan penghasil bawang merah terbesar di Asia Tenggara.

Dilansir dalam website resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia (29/08/17), Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Spudnik Sujono menyebutkan tahun 2016 luas panen bawang merah Indonesia mencapai 149,6 ribu ha. Diikuti produksi mencapai 1,45 juta ton. Serta luas tanam naik menjadi 22,5% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 target produksi bawang merah naik 17,7% dari tahun 2016. Untuk memenuhi target tersebut, tentunya petani tak jauh dari rasa was-was menghadapi serangan hama dan penyakit tanaman.

Salah satu penyakit penting bawang merah ialah penyakit moler. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Sasaran utama penyakit ini adalah bagian dasar umbi lapis. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan akar atau umbi pun terganggu. Indikasi awal penyakit dapat dilihat dari menguningnya daun. Selain itu, daun tanaman bawang cenderung terpelintir. Akibat pertumbuhan akar yang terganggu bahkan membusuk menyebabkan tanaman mudah tercabut.  Pada dasar umbi cendawan terlihat keputih-putihan. Jika umbi lapis dipotong membujur, maka terlihat adanya pembusukan. Pembusukan tersebut bermula dari dasar umbi, hingga meluas ke atas maupun ke samping. Serangan berlanjut menyebabkan tanaman mati dimulai dari ujung daun hingga menjalar ke bagian bawahnya.

Salah satu pengendalian alternatif yang dapat digunakan ialah menggunakan produk Tricogreen. Tricogreen merupakan biofungisida berbahan dasar jamur trichoderma yang efektif untuk mengendalikan patogen/jamur tular tanah. Produk ini berbentuk serbuk berwarna putih kehijauan, dengan bahan ramah lingkungan. Sehingga aman terhadap lingkungan, hewan, dan manusia. Berikut tahapan aplikasi Tricogreen:

Persemaian:

  • Larutkan 20 gram Tricogreen ke dalam 5 liter air.
  • Siramkan pada semaian seluas 3m2.
  • Aplikasikan di persemaian 1 minggu sebelum semai.

Pra Tanam (Lahan budidaya/bedeng):

  • Campurkan 250 gram Tricogreen dengan 100 gram pupuk organik padat SAN Tanaman atau 20 kg pupuk kandang/kompos (lahan seluas 1000 m2).
  • Aplikasikan 1 minggu sebelum tanam.

Pemeliharaan (Pengocoran):

  • Campurkan 100 gram Tricogreen dengan 12 liter air.
  • Kocorkan pada pangkal batang tiap tanaman 100 ml (1/2 gelas air minum kemasan).
  • Aplikasikan saat tanaman berumur 20 dan 40 Hari Setelah Tanam (HST).

 

(Tri Umi Asni-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *